Skip to main content

Bawaslu Wonosobo Raih The Best Inovasi Pencegahan Pemilu 2019

The Best Inovasi Pencegahan Pemilu
Ketua Bawaslu Wonosobo Sumali Ibnu Chamid menerima penghargaan Inovasi Pencegahan Terbaik Pemilu 2019 antar Kabupaten di Indonesia, Jumat (25/10) petang.

WONOSOBO - Bawaslu Kabupaten Wonosobo mendapatkan penghargaan dari Bawaslu RI dalam Bawaslu Award 2019 untuk predikat Inovasi Pencegahan Terbaik Pemilu 2019 antar Kabupaten di Indonesia, Jumat (25/10) petang. Bawaslu Wonosobo dinilai memiliki berbagai strategi inovasi Pencegahan Pemilu 2019.

Bawaslu Award 2019 digelar pada Jumat (25/10) di Kawasan Kota Kasablanka Jakarta, dalam forum nasional tersebut dibuka oleh Menkopolukam Mahfudz MD, Menpora Zaenudin Amali dan pejabat lembaga negara lainnnya. Ketua Bawaslu RI Abhan saat membuka acara mengatakan, Bawaslu Award digelar sebagai apresiasi kinerja lembaga Bawaslu agar terus meningkatkan kinerja dan inovasi. Event ini sudah digelar sejak tahun 2014.

“Untuk menentukan peraih penghargaan, kami melibatkan dewan juri Independen dari berbagai bidang, lembaga pemantau pemilu, akademisi dan praktisi bidang lain,” katanya. Abhan mengatakan, dalam penentuan penerima penghargaan sudah ditentukan oleh juri indikator penilaian dan deviasi secara terukur.

“Dewan juri sudah bekerja siang malam, meneliti berkas berkas proposal yang diajukan dengan standart nilai yang ditentukan,” ujarnya. Sementara Ketua Bawaslu Wonosobo Sumali Ibnu Chamid yang hadir ke Jakarta bersama tiga Anggotanya, yakni Danil Arviyan, Nasir Salasa dan Anas.

 

Bawaslu Award 2019


Dia mengatakan, Bawaslu Kabupaten Wonosobo pada Pemilu 2019 menyusun berbagai strategi pencegahan dalam menekan potensi pelanggaran sekaligus menumbuhkam kesadaran warga menjadi bagian dalam pengawasan Pemilu.

Ada empat sasaran program, di antaranya pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang dilakukan penyelenggara Pemilu yakni KPU dan jajaranya dalam proses tahapan Pemilu, Pencegahan terhadap peserta Pemilu, Pencegahan terhadap Pemilih serta pencegahan terhadap pihak pihak yang wajib netral dalam Pemilu.

“Strategi pencegahan yang kita kembangkan dengan multi pendekatan dan multi segmen,” katanya. Sumali mencontohkan, pelanggaran terhadap tahapan Pemilu, misalnya dalam pengawawasan Pemutakhiran Data Pemilih mewajibkan setiap pengawas desa mendirikan Posko aduan pengawasan.

Kemudian untuk menumbuhkan kesadaran Pemilih menggunakan pendekatan berkolaborasi dengan para tokoh agama, pendekatan seni budaya dengan berbagai komunitas di Wonosobo. “Semua upaya pencegahan tersebut, kemudian diperluas oleh aktivis media sosial dan media mainstream. Karena kita juga ikat kerjasama dengan semua media,” katanya.

 

Bawaslu Award 2019 02


Tak hanya itu, untuk memperkokoh pencegahan dan pengawasan Pemilu sebagai kebutuhan Publik, Bawaslu Wonosobo juga hadir ke sekolah tingkat SMA melalui pengembangan sekolah kader pengawasan Pemilu, kemudian juga bekerjasama dengan Universitas agar mendorong mahasiswa ikut awasi Pemilu.

“Nafas kerja yang dibenamkan Bawaslu bersama rakyat Awasi Pemilu, maka kami wajib berkolaborasi dengan berbagai komponen masyarakat,” katanya. Upaya menumbuhkan kesadaran Pemilih juga dilakukan Bawaslu Wonosobo, di antaranya dengan melakukan pendampingan pembentukan Desa dan Kampung Anti Politik Uang.

Kemudian pada fase tahapan Pemilu 2019, mendorong semua Pengawas TPS sebelum hari pencoblosan wajib hadir ke rumah warga mengecek undangan penggunaan hak pilih sekaligus mengajak pemilih menolak politik uang. “Berbagai ragam pendekatan tersebut, tujuannya mewujudkan Pemilu bersih dan bermartabat,” pungkasnya. (Humas Bawaslu Wonosobo)