Skip to main content

Bawaslu Wonosobo Temukan 744 Nama Ganda

WONOSOBO – Bawaslu Kabupaten Wonosobo merekomendasikan kepada KPU Kabupaten untuk memperbaiki Daftar Pemilih Tetap (DPT).Pasalnya dari hasil pencermatan, Bawaslu menemukan ada 744 nama pemilih tertuang ganda dalam DPT.

Senin (10/ 9/2018) Ketua Bawaslu Wonosobo Sumali Ibnu Chamid didampingi dua anggota Bawaslu Danil Arviyan dan Anas mendatangi Kantor KPU Kabupaten Wonosobo, menyerahkan rekomendasi diterima langsung oleh Anggota KPU Dyan Kartika Wulandari.

“Kami hari ini menyerahkan langsung data temuan pencermatan DPT kepada KPU Kabupaten Wonosobo, sesuai aturan KPU harus langsung menindaklanjuti,”ungkap Sumali Ibnu Chamid Ketua Bawaslu Wonosobo.
Dijelaskan dia, bahwa pencermatan DPT dilakukan secara berlapis, dimulai dari tingkat TPS, tingkat desa, hingga dilakukan tingkat kecamatan dan kabupaten. Dari hasil pencermatan, DPT yang sudah ditetapkan KPU bulan lalu belum akurat.

“Kita berikan rekomendasi by name by addres,”tegasnya
Danil Arviyan Anggota Bawaslu Kabupaten Wonosobo yang membidangi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga merincikan, dari hasil pengawasan ditemukan 744 nama ganda dalam DPT. Pencermatan ini dilakukan secara simultan dari tingkat desa sampai kabupaten.

“Pemeliharaan DPT ini sangat penting karena menjadi jaminan dalam pemenuhan hak pilih,”katanya.
Proses pengawasan DPT ini belum berakhir,kata Danil ,pengawasan akan berlangsung sampai dengan hari pemilihan. Untuk itu, pihaknya sudah menginstruksikan kepada Panwascam dan Pengawas Pemilu Desa / Kelurahan (PPKD) untuk melakukan pencermatan terus menerus, kemudian hasilnya dilaporkan tiap satu pekan sekali.
“Pemeliharaan DPT ini akan terus bergulir, karena di Wonosobo juga terdapat pemilih pemula yang jumlahnya cukup tinggi,”katanya.

Dikatakan dia, bahwa jumlah pemilih pemula di Kabupaten Wonosobo mencapai 11.000 orang. Dari jumlah tersebut sebagian besar belum melakukan rekaman KTP elektronik, untuk itu pihaknya meminta kepada Pemkab Wonosobo untuk melakukan pelayanan jemput bola.“Karena dasar dalam penggunaan hak suara pada Pemilu 2019, pemilih harus menunjukan KTP elektornik,” pungkasnya. (Yudiono/Bawaslu Wonosobo)