Skip to main content

Desa Banjar Diproyeksikan Jadi Desa Anti Politik Uang

WONOSOBO- Setelah berhasil membangun dua desa anti politik uang pada Pemilihan Gubernur 2017 dan Pemilu 2019, Bawaslu Kabupaten Wonosobo dua pekan terakhir, kembali turun ke desa dan kelurahan. Tujuannya untuk mengajak kesadaran warga menjadi bagian dalam membangun Desa Anti Politik Uang.

Dalam melakukan pendekatan pengornisasian Desa Anti Politik Uang dan Desa Pengawasan Pemilu Partisipatif, Bawaslu Kabupaten Wonosobo sudah memetakan enam desa. Di antaranya Desa Banjar, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Pada 11 Oktober 2019 lalu, Tim Bawaslu Wonosobo yang dipimpin oleh Nasir Salasa Anggota sekaligus Koordinator Divisi SDM dan Organisasi melakukan kunjungan langsung ke desa, dalam kunjungan tersebut menemui para tokoh desa meliputi pemerintah desa, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh seni budaya.

Banjar Anti Politik Uang 01

Desa Banjar terletak di kaki Gunung Sindoro, memiliki jumlah penduduk 1.720 jiwa. Desa yang berada di wilayah Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo itu, sangat potensial untuk dijadikan Desa Anti Politik Uang, karena secara wilayah Desa Banjar hanya dibagi menjadi dua dusun, sehingga mudah untuk membina dan menghasilkan kader-kader pengawas yang berkompenten.

Mujiono Sekretaris Desa Banjar saat menerima kunjungan rombongan Bawaslu Wonosobo, mengaku sangat membuka diri apabila desanya menjadi desa anti politik uang. Dengan program dari Bawaslu Wonosobo diharapkan akan mampu menggugah kesadaran warganya menjadi bagian dalam pengawasan Pemilu.

“Kami dari jajaran pemerintahan desa sangat mendukung pembentukan Desa Anti politik uang, selain itu kegiatan tersebut tepat untuk mempersatukan dan mengembalikan kebersamaan masyarakat Banjar setelah Pemilihan Kepala Desa tempo hari,” ujarnya.

Banjar Anti Politik Uang 02

Nasir Salasa Anggota sekaligus Koordinator Divisi SDM dan Organisasi menyampaikan, kehadiran Bawaslu Wonosobo di tiap desa dalam upaya membangun kesadaran bersama mewujudkan Pemilu maupun Pilkada yang bersih dan bermartabat.  Di antaranya program yang dilakukan membangun Desa Politik Uang, Desa Pengawasan Pemilu dan membangun kerjasama dengan kelompok sasaran.

“Hari ini kami berkunjung ke Desa Banjar ketemu langsung dengan tokoh desa, karena dari hasil pemetaan kita sebelumnya desa ini masuk dalam program yang sudah direncanakan Bawaslu Wonosobo,”pungkasnya. (Dedik/Humas Bawaslu Wonosobo)