Skip to main content

UNSIQ Jadi Kampus Pengawasan Partisipatif

MoU UNSIQ

WONOSOBO - Bawaslu Kabupaten Wonosobo dengan Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo melakukan penandatannganan kesepahaman dalam pengawasan Pemilu dan Pilkada. Universitas berbasis pesantren dan qur,ani tersebut menjadi kampus pengawasan Pemilu partisipatif.

Proses penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung Selasa (15/10) di Hotel Dafam dilakukan Rektor Unsiq Dr. Muchotob Hamzah dan Ketua Bawaslu Wonosobo Sumali Ibnu Chamid.

Isi kesepakatan tersebut di antaranya kerjasama produktif dimana Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara Pemilu memberikan materi tentang pengawasan Pemilu, kemudian Unsiq sebagai lembaga pendidikan menjadi bagian dalam pengawasan pemilu partisipatif.

Ketua Bawaslu Wonosobo Sumali Ibnu Chamid mengatakan, Bawaslu Wonosobo sebenarnya sudah sudah lama bekerjasama dengan Undiq, pada Medio September 2018 pernah bekerjasama dengan BEM Unsiq mengajak mahasiswa baru ikut awasi Pemilu. Kemudian belum lama juga digelar kuliah tematik tentang Pemilu oleh Fakultas Hukum Unsiq.

“Dengan pendatangan kesepahaman ini, tentu akan memperkuat kerjasama,”katanya.

Tanda Tangan MoU dengan UNSIQ

 

Sumali mengatakan, selain Unsiq Bawaslu juga sebelumnya bekerjasama dengan sejumlah lembaga pendidikan setingkat SMA melaluli program sekolah pengawasan partisipatif.

“Kami berharap kolaborasi dengan banyak lembaga ini akan mendorong bahwa pengawasan pemilu menjadi kebutuhan publik,”

Sementara itu, Rektor UNSIQ Muchotob Hamzah menyampaikan bahwa nantinya Unsiq akan mengusahakan seluruh mahasiswa untuk mau terlibat aktif dalam proses Pemilu. Menurutnya, apabila dalam proses Pemilu dapat mengandalkan Visi dan Misi yang baik, maka Proses demokrasi akan berjalan dengan baik. Namun apabila dalam proses Pemilu yang digunakan adalah Uang, maka Proses demokrasi tidak akan berjalan dengan baik.

“harapannya dengan adanya Nota Kesepemahaman antara Bawaslu dengan UNSIQ dapat memperbaiki system demokrasi kita, termasuk untuk mencegah adanya Money Politik”. Ujarnya. (Humas Bawaslu Wonosobo)