Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Wonosobo Gandeng Kita Institute Perkuat Pendidikan Demokrasi

Kerjasama

Penandatanganan kerja sama dengan Kita Institute dilaksanakan di ruang rapat Bawaslu Kabupaten Wonosobo pada Senin (09/03/2026).

WONOSOBO – Bawaslu Kabupaten Wonosobo menjalin kerja sama dengan Kita Institute dalam upaya memperkuat pendidikan demokrasi dan memperluas pengawasan partisipatif di masyarakat. Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Wonosobo berserta staf dan dilaksanakan di ruang rapat Bawaslu Kabupaten Wonosobo pada Senin (09/03/2026).

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sarwanto Priadhi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan organisasi masyarakat sipil menjadi langkah strategis untuk menjangkau masyarakat yang selama ini belum tersentuh secara optimal. Bawaslu berupaya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat kualitas demokrasi di tingkat akar rumput.

“Bawaslu memiliki keterbatasan dalam menjangkau masyarakat secara langsung. Karena itu kami menggandeng Kita Institute yang memiliki pengalaman dalam pendampingan masyarakat,  Kolaborasi ini menjadi pintu masuk bagi Bawaslu untuk semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Sarwanto juga menegaskan bahwa pengalaman Pemilu 2024 masih menyisakan berbagai catatan yang perlu diperbaiki bersama. Oleh karena itu, Bawaslu Wonosobo membuka diri terhadap masukan, gagasan, dan inovasi dari jaringan organisasi masyarakat sipil guna memperkuat pengawasan demokrasi ke depan. Kerja sama dengan Kita Institute diharapkan dapat memberikan warna baru dalam penguatan pendidikan demokrasi.

Sementara itu, Direktur Kita Institute, Eka Munfarida, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Bawaslu Kabupaten Wonosobo dalam membangun kerjasama dengan organisasi masyarakat sipil. Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam mendorong kesadaran politik masyarakat pedesaan, khususnya dalam memilih pemimpin yang berpihak pada kelompok rentan.

“Kami melihat kerja sama ini sangat relevan dengan kerja-kerja pendampingan yang selama ini kami lakukan. Salah satu tantangan besar adalah bagaimana menyadarkan masyarakat desa untuk memilih pemimpin yang benar-benar berpihak pada kelompok rentan,” ujarnya.

Eka juga menyoroti bahwa partisipasi perempuan dalam demokrasi masih sering bersifat semu dan belum sepenuhnya menghasilkan perubahan yang signifikan. Karena itu, upaya pendidikan demokrasi yang menyasar kelompok perempuan dan masyarakat marginal menjadi sangat penting.

Ia menilai kolaborasi ini merupakan inovasi penting dalam penguatan demokrasi lokal. Menurutnya, keterbukaan Bawaslu Wonosobo dalam merangkul organisasi masyarakat sipil menjadi langkah progresif yang memberikan ruang kolaborasi bagi berbagai pihak.

Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara Bawaslu Wonosobo dan Kita Institute dalam membangun pendidikan demokrasi yang lebih inklusif, khususnya bagi kelompok perempuan dan anak.

Penulis : Humas Bawaslu