Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Wonosobo Ikuti Literasi Pojok Pengawasan Vol. 10, Bahas Pengawasan Data Pemilih

Pojok Pengawasan

Anggota Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Dhyan Kartika Wulandari, bersama staf mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 10, Senin (23/2/2026).

WONOSOBO — Anggota Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Dhyan Kartika Wulandari, bersama staf mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 10 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (23/2/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Quo Vadis Pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan 2026?” ini diikuti oleh jajaran Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDBP) pasca tahapan Pemilu dan Pemilihan.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, dalam sambutannya menegaskan bahwa data pemilih merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Data pemilih adalah pondasi demokrasi. Akurasi dan kemutakhiran daftar pemilih harus dijaga secara berkelanjutan, tidak hanya saat tahapan pemilu, tetapi juga pada masa non-tahapan,” tegas Amin.

Ia menambahkan bahwa pada fase non-tahapan, peran pengawasan menjadi sangat strategis untuk mencegah potensi ketidaksesuaian data pemilih.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq, menyampaikan bahwa pengawasan PDBP Tahun 2026 tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku serta roadmap pengawasan yang telah disusun.

“Strategi pengawasan PDBP dilakukan melalui koordinasi lintas stakeholder, uji petik, pengawasan langsung, serta penguatan pengawasan partisipatif,” jelas Nur Kholiq.

Pada sesi materi, narasumber dari Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Eka Rahmawati, memaparkan sejumlah tantangan pengawasan data pemilih, mulai dari dinamika administrasi kependudukan, keterbatasan akses data, hingga pentingnya integrasi sistem pengawasan berbasis digital.

“Pengawasan data pemilih ke depan harus adaptif dan memanfaatkan teknologi agar lebih efektif dan akuntabel,” ungkap Eka.

Melalui kegiatan Literasi Pojok Pengawasan ini, diharapkan jajaran Bawaslu, termasuk Bawaslu Kabupaten Wonosobo, semakin memperkuat kapasitas dan strategi pengawasan data pemilih berkelanjutan guna mendukung demokrasi yang berkualitas.

Penulis : Humas Bawaslu