Bawaslu Wonosobo Laksanakan Konsolidasi Demokrasi dan Penjajakan Kerja Sama dengan UPT Perpustakaan UNSIQ
|
WONOSOBO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wonosobo melaksanakan audiensi sebagai bentuk konsolidasi demokrasi dengan UPT Perpustakaan Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ), Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini bertujuan menjajaki kerja sama dalam rangka penguatan literasi demokrasi dan kepemiluan di lingkungan kampus.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Wonosobo dan disambut langsung oleh Kepala UPT Perpustakaan UNSIQ, Dr. Bambang Sugiyanto.
Dalam sambutannya, Dr. Bambang Sugiyanto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan Bawaslu Kabupaten Wonosobo.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kunjungan Bawaslu ke Perpustakaan UNSIQ. Semoga ini menjadi inspirasi dan langkah maju bagi Perpustakaan UNSIQ agar semakin baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa UNSIQ saat ini mencapai sekitar 10.500 mahasiswa, sehingga keberadaan literatur kepemiluan sangat relevan untuk mendukung kebutuhan akademik.
Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Ir. Sarwanto Priadhi, dalam pernyataannya menegaskan pentingnya kontribusi nyata Bawaslu kepada masyarakat melalui literasi demokrasi.
“Secara filosofis, kami bukan hanya pengawas pemilu, tetapi juga penjaga demokrasi. Pasca pemilu, kami tetap berkegiatan meningkatkan partisipasi masyarakat agar semakin cerdas dalam berdemokrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemilu tidak akan berjalan baik tanpa pengawasan, sementara sumber daya manusia Bawaslu juga terbatas. Oleh karena itu, Bawaslu menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya perguruan tinggi UNSIQ. Setelah adanya Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu dan UNSIQ, kerja sama diarahkan lebih lanjut dengan UPT Perpustakaan UNSIQ.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Wonosobo menyerahkan sejumlah buku dan bahan bacaan kepemiluan serta menyampaikan draf kerja sama untuk dikaji bersama sebelum ditandatangani.
“Kami juga memiliki rencana menghadirkan Pojok Pengawasan Pemilu di Perpustakaan UNSIQ sebagai sarana meningkatkan literasi demokrasi,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Bambang Sugiyanto menyampaikan terima kasih atas kontribusi literatur dari Bawaslu Kabupaten Wonosobo dan menyatakan Perpustakaan UNSIQ akan menyediakan rak khusus bertema demokrasi dan kepemiluan.
“Minat baca mahasiswa terus meningkat. Buku-buku dari Bawaslu insyaallah akan sangat bermanfaat, mengingat koleksi kepemiluan kami masih terbatas,” ungkapnya.
Anggota Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Dhyan Kartika Wulandari, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kepemiluan di kalangan mahasiswa.
“Politik sering dianggap tidak menarik, padahal di dalam prosesnya terdapat dinamika yang menarik. Kami ingin mengajak mahasiswa menjadi pengawas partisipatif,” tuturnya.
Sementara itu, anggota Bawaslu lainnya, Nasir Salasa, menambahkan bahwa konsolidasi demokrasi di lingkungan kampus dapat melahirkan kegiatan-kegiatan yang meningkatkan literasi demokrasi sekaligus pengawas pemilu yang menjadi ujung tombak demokrasi.
“Pengawasan pemilu tidak hanya mengandalkan personel Bawaslu. Pengawas sejatinya dapat dari masyarakat, termasuk dari lingkungan kampus, yang dapat menjadi ujung tombak demokrasi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Ariantono, yang berharap kehadiran Bawaslu di UNSIQ dapat memperkaya khazanah keilmuan melalui literatur kepemiluan serta meningkatkan pemahaman demokrasi bagi sivitas akademika.
Kegiatan audiensi dan konsolidasi demokrasi ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama antara Bawaslu Kabupaten Wonosobo dan UPT Perpustakaan UNSIQ, guna memberikan manfaat luas bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat.
Penulis : Humas Bawaslu