Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Wonosobo Perkuat Reformasi Birokrasi Menuju Zona Integritas WBK dan WBBM

Monday Spark

Rapat implementasi reformasi birokrasi melalui Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Senin, (11/05/2026)

Wonosobo - Bawaslu Kabupaten Wonosobo menggelar kegiatan implementasi reformasi birokrasi melalui Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Senin, (11/05/2026) di ruang rapat Bawaslu Wonosobo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan dan staf Bawaslu Wonosobo serta Fitri Sulistiana dari Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo.

Kegiatan diawali dengan pengantar dari Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Wonosobo, Bapak Nasir Salasa. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun lembaga pengawas pemilu yang berintegritas sebagai wujud semangat reformasi demokrasi. Menurutnya, seluruh jajaran perlu mendalami materi reformasi birokrasi guna mewujudkan zona integritas di lingkungan Bawaslu.

“Harapannya kita bisa mendalami materi untuk menuju zona integritas dan memperkuat semangat reformasi demokrasi di lingkungan lembaga,” ujarnya.

Selanjutnya, kegiatan dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Ir. Sarwanto Priadhi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa reformasi birokrasi merupakan hal penting yang harus terus dijaga dan diperkuat. Ia juga mengaitkan semangat reformasi birokrasi dengan momentum sejarah reformasi nasional yang terjadi pada bulan Mei 1998.

“Hari ini kita membahas reformasi birokrasi yang sangat penting bagi kita semua. Jika melihat sejarah, reformasi tahun 90-an juga terjadi di bulan Mei. Semangat reformasi birokrasi yang anti-KKN perlu terus kita jaga,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa reformasi harus terus dilakukan melalui penguatan demokrasi dan tata kelola kelembagaan yang baik. Selain itu, nilai-nilai ASN BerAKHLAK juga menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

“Kita perlu memahami reformasi birokrasi secara menyeluruh untuk membangun zona integritas. Mari mengikuti kegiatan ini dengan aktif berdiskusi dan berbagi gagasan secara kreatif agar mampu mengaktualisasikan nilai-nilai inti dalam Mars Bawaslu,” tambahnya.

Materi pertama disampaikan oleh staf SDM Bawaslu Wonosobo terkait implementasi reformasi birokrasi. Dalam paparannya dijelaskan bahwa WBK merupakan Wilayah Bebas dari Korupsi, sedangkan WBBM adalah Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Selain itu juga dipaparkan mengenai mekanisme penilaian zona integritas di lingkungan Bawaslu beserta komponen-komponen yang menjadi indikator penilaian.

Sementara itu, narasumber dari Bagian Organisasi Setda Kabupaten Wonosobo, Fitri Sulistiana, menyampaikan materi mengenai kerangka pembangunan zona integritas. Ia menjelaskan bahwa WBK dan WBBM merupakan dua tingkatan berbeda dalam pembangunan reformasi birokrasi yang memiliki indikator penilaian tersendiri.

Dalam pemaparannya, disampaikan enam area perubahan yang menjadi pilar utama penilaian zona integritas, yakni manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, ia juga menekankan empat faktor utama penggerak keberhasilan pembangunan zona integritas, yaitu tindak lanjut, kebijakan, implementasi, dan monitoring evaluasi (monev). Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Bawaslu Wonosobo semakin memahami pentingnya reformasi birokrasi dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai integritas dalam pelaksanaan tugas kelembagaan.

Penulis : Humas Bawaslu

Tag
revormasi