Lompat ke isi utama

Berita

Desa Pesodongan Pertahankan Komitmen sebagai Desa Anti Politik Uang

Konsolidasi Demokrasi

Konsolidasi Demokrasi di Desa Pesodongan, Selasa (2/6/2026) 

WONOSOBO – Desa Pesodongan, Kecamatan Kaliwiro, kembali menegaskan komitmennya sebagai desa yang menolak praktik politik uang. Komitmen tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat desa agar tetap berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas.

Pesodongan bukanlah nama baru dalam gerakan anti politik uang di Kabupaten Wonosobo. Desa ini telah lama dikenal sebagai salah satu desa yang berkomitmen menjaga proses demokrasi dari praktik transaksional.

Dalam kegiatan konsolidasi demokrasi yang digelar di Kantor Desa Pesodongan pada Selasa, (2/6/2026). 

Anggota Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Nasir Salasa, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komitmen yang selama ini telah terbangun bersama.

"Silaturahmi ini menjadi momen untuk menguatkan apa yang sudah terbangun selama ini. Ke depan, kami berharap dapat terus berkolaborasi dalam berbagai program bersama yang telah dijalankan dengan masyarakat Desa Pesodongan," ujarnya.

Menurut Nasir, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk konsolidasi lanjutan terkait penguatan Desa Anti Politik Uang. Ia berharap nilai-nilai yang selama ini dijaga oleh masyarakat Pesodongan tetap dipertahankan, terutama menjelang pelaksanaan Pilkades.

"Kami berharap Desa Pesodongan tetap menjadi desa anti politik uang. Apalagi sebentar lagi akan menghadapi Pilkades, sehingga komitmen bersama untuk menjaga demokrasi yang bersih perlu terus diperkuat," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Pesodongan, Ratno, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Bawaslu Kabupaten Wonosobo dalam memperkuat budaya demokrasi yang sehat di masyarakat.

"Terima kasih atas kedatangan Bawaslu Wonosobo. Harapan kami, Pesodongan tetap menjadi desa yang anti money politik karena sebentar lagi akan ada Pilkades. Jangan sampai proses demokrasi yang ada terkontaminasi oleh praktik politik uang," ungkapnya.

Ratno menuturkan bahwa pengalaman dirinya memimpin Desa Pesodongan selama tiga periode menjadi bukti bahwa demokrasi dapat berjalan tanpa politik uang. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga integritas pemilihan.

"Saya tiga periode tanpa money politik. Semoga Pesodongan tetap eksis menjaga marwah sebagai desa anti politik uang," tegasnya.

Komitmen yang terus dijaga oleh masyarakat Pesodongan menjadi contoh bahwa upaya pencegahan politik uang tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat tersebut, Desa Pesodongan berharap dapat terus menjadi pelopor demokrasi yang bersih dan berintegritas di Kabupaten Wonosobo.

Penulis : Humas Bawaslu