Kick Off Ngabuburit Pengawasan, Ketua Bawaslu Wonosobo Tekankan Puasa sebagai Fondasi Moralitas Politik Berkeadilan
|
Wonosobo – Bawaslu Kabupaten Wonosobo melaksanakan Kick Off Ngabuburit Pengawasan yang disiarkan langsung di YouTube Bawaslu Wonosobo, Rabu (25/2/2026). Program spesial Ramadan ini akan berlangsung hingga 12 Maret 2026 dengan menghadirkan beragam tema dan narasumber.
Kick Off Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Kabupaten Wonosobo mengangkat tema “Puasa sebagai Dasar Moralitas Politik Berkeadilan” dengan narasumber Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Ir. Sarwanto Priadhi dan acara dipandu oleh M. Zuhad Hidayaturrohman.
Sarwanto Priadhi menyampaikan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, melainkan sebagai proses pembentukan ketakwaan dan akhlak yang berdampak langsung pada kehidupan sosial dan politik. Menurutnya, Ramadan seharusnya menjadi momentum perubahan diri menuju pribadi yang lebih baik dan berintegritas.
“Puasa diarahkan untuk membentuk ketakwaan. Ketakwaan inilah yang kemudian melahirkan moralitas, termasuk moralitas dalam berpolitik. Tanpa moralitas, kekuasaan justru berpotensi melahirkan ketidakadilan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa puasa mengandung tiga dimensi utama, yaitu dimensi ritual, moralitas, dan kesehatan. Ketiga dimensi tersebut harus berjalan beriringan agar nilai-nilai puasa dapat diimplementasikan secara utuh dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam praktik kepemimpinan dan pengambilan kebijakan publik.
Lebih lanjut, Sarwanto menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Menurutnya, pemimpin yang berakhlak dan menjunjung tinggi nilai moral akan mampu melahirkan kebijakan yang adil dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Pemimpin harus menjadi teladan. Jika pemimpin mampu menempatkan moralitas sebagai fondasi, maka keadilan akan terwujud dan kebijakan tidak akan tajam ke bawah namun tumpul ke atas,” ujarnya.
Dalam konteks demokrasi dan pemilu, Sarwanto juga menyoroti pentingnya integritas, baik dari sisi pemimpin, peserta pemilu, maupun penyelenggara dan pengawas pemilu. Ia menegaskan bahwa pemilu yang berintegritas hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak berangkat dari niat yang tulus dan menjadikan tugasnya sebagai bentuk pengabdian serta ibadah.
“Bawaslu memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas demokrasi. Oleh karena itu, profesionalisme, integritas, dan suasana kerja yang harmonis menjadi kunci dalam menjalankan tugas pengawasan,” tambahnya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan sebagai sarana introspeksi bersama untuk memperbaiki kualitas politik dan demokrasi, khususnya di Kabupaten Wonosobo. Ia juga menyampaikan harapan agar para pemimpin hasil Pemilu dan Pilkada 2024 mampu memenuhi janji politik dan membawa kemajuan bagi daerah.
Program Ngabuburit Pengawasan merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Wonosobo dalam meningkatkan literasi demokrasi dan pengawasan partisipatif di tengah masyarakat, khususnya selama bulan suci Ramadan.
Penulis : Humas Bawaslu