Literasi Pojok Pengawasan Volume 14 Bahas Pengembangan Literasi Pengawasan di Era Digital
|
Wonosobo – Bawaslu Kabupaten Wonosobo mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Volume 14 bertema “Pengembangan Literasi Pengawasan di Era Digital” secara daring, Senin (8/6). Kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah tersebut menekankan pentingnya adaptasi pengawasan pemilu terhadap perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa tren pengawasan ke depan tidak lagi hanya berfokus pada pola konvensional, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan di ruang digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan berbagai modus pelanggaran baru yang perlu dipahami oleh jajaran pengawas pemilu.
"Sudah saatnya kita beralih pelan-pelan kepada bentuk-bentuk pengenalan terhadap modus-modus yang nanti dilakukan, misalnya terhadap hoaks, ujaran kebencian, dan juga politik uang. Mungkin nanti trennya bukan lagi pada konvensional cash and money, tetapi juga bentuk-bentuk uang digital yang saat ini mulai berkembang," ucap Amin.
Amin menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan membawa tantangan tersendiri yang harus diantisipasi melalui penguatan regulasi, fungsi ajudikasi, serta sistem keamanan data. Pengawasan digital dinilai lebih kompleks karena membutuhkan instrumen hukum dan teknis yang mampu mengikuti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Dari data kami memang pengawasan digital ini mayoritas trennya di 2024 kemarin mencapai 1.200 kasus. Kita di dalam konteks pengawasan digital ini hanya melakukan rekomendasi,” ungkap Amin.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Wonosobo berharap dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman jajaran pengawas dalam menghadapi tantangan pengawasan di era digital.
Penulis : Humas Bawaslu