MELANCONG KE UJUNG SELATAN WONOSOBO
|
Desa Kumejing, Kecamatan Wadaslintang, memiliki pesona alam yang memikat. Sepanjang jalan menggunakan perahu sampan, kita akan menikmati hamparan air jernih dengan sapuan angin yang sejuk. Sesekali, kita akan berpapasan dengan barisan nelayan yang sibuk menangkap ikan.
Tak hanya itu, di deretan tepian terdapat banyak rumah kecil, didalamnya terdapat orang yang melempar benang pancing. Waduk Wadaslintang, sudah dikenal menyimpan potensi ikan yang memiliki rasa berbeda. Bagi yang tidak suka memancing, tetap bisa menikmati hasil ikan tangkapan nelayan yang sudah dimasak menjadi pepes.
Desa Kumejing, merupakan desa yang sedang bergeliat mengolah potensi wisata desa. Selain memberikan pesona alam yang memikat. Apabila kita berkunjung ke desa ini, juga akan disuguhi menu kuliner khas lokal, yakni Nasi Buchu. Nasi ini,sudah ada sejak dulu dan diwariskan turun temurun.
Nasi Buchu, berupa tumpeng dengan warna nasi tetap putih. Dari sisi luar, tidak tampak ada lauk atau sayuran. Namun setelah dibelah, ternyata didalamnya ada ingkung ayam kampung, didalam terdapat sayur dan adonan parusan kelapa yang gurih.
“Menu Nasi Buchu ini sudah ada sejak dulu. Dan dulu generasi kami sebelumnya hanya memasak nasi buchu kalau perayaan panen atau pesta hari besar. Sekarang bisa didapatkan oleh wisatawan kapan saja berkunjung ke desa kami,”ungkap Kepala Desa Kumejing Endar Aditria Kurniawan. (Humas Bawaslu Wonosobo)