Lompat ke isi utama

Berita

Refleksi HUT ke-201 Wonosobo, Podcast Bawaslu Bahas Kolaborasi Mewujudkan Wonosobo Maju

Podcast

Podcast bertajuk “Wonosobo Bersatu, Wujudkan Harapan Wonosobo Maju” di Ruang Podcast Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Kamis (16/7/2026).

Wonosobo - Dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201, Bawaslu Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan podcast bertajuk “Wonosobo Bersatu, Wujudkan Harapan Wonosobo Maju” di Ruang Podcast Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo Ir. Sarwanto Priadhi, Sekretaris Bappeda Kabupaten Wonosobo Agus Dwiatmojo, serta aktivis NGO Kita Institute Fajar Kurniyasih sebagai narasumber.

Membuka diskusi, Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo Ir. Sarwanto Priadhi menyampaikan bahwa podcast tersebut menjadi ruang dialog untuk melihat pembangunan Wonosobo dari berbagai perspektif, mulai dari penyelenggara pengawasan demokrasi, pemerintah daerah, hingga masyarakat sipil.

“Melalui podcast ini kita ingin mengetahui bagaimana pandangan pembangunan dari sisi Bawaslu, Bappeda, dan masyarakat dalam menyambut Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201. Harapannya, berbagai perspektif tersebut dapat menjadi refleksi bersama untuk mewujudkan Wonosobo yang semakin maju,” ujar Sarwanto.

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Wonosobo Agus Dwiatmojo menjelaskan bahwa sektor pariwisata menunjukkan perkembangan yang cukup baik dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menurutnya, keberadaan Alun-Alun Wonosobo kini telah menjadi salah satu ikon daerah yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Meski demikian, Agus mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, khususnya pada aspek infrastruktur yang akan menjadi fokus pembenahan ke depan. Ia menjelaskan bahwa arah pembangunan daerah dilaksanakan secara berjenjang melalui RPJPD Tahun 2025–2045, kemudian dijabarkan ke dalam RPJMD lima tahunan dan diturunkan setiap tahun melalui RKPD.

“Visi jangka panjang Kabupaten Wonosobo adalah menjadi daerah agribisnis terkemuka di Jawa Tengah. Di sisi lain, potensi pariwisata yang saat ini berkembang juga menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Agus.

Pada kesempatan yang sama, Aktivis NGO Kita Institute Fajar Kurniyasih menyampaikan bahwa momentum Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201 perlu dijadikan sarana untuk merefleksikan hasil pembangunan yang telah dicapai. Menurutnya, ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari capaian angka statistik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.

Fajar menyoroti masih perlunya perhatian terhadap persoalan kemiskinan, pemenuhan gizi keluarga, penyediaan ruang ramah anak, serta upaya menekan angka pernikahan usia dini. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai aktor strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama mengambil peran agar pembangunan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai pandangan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo Ir. Sarwanto Priadhi menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak dapat dipisahkan dari berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, pendidikan, hingga politik. Menurutnya, setiap kebijakan publik pada dasarnya memiliki dimensi politik yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Sarwanto menambahkan bahwa demokrasi melalui pemilu merupakan media refleksi bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran politik masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa.

“Pemilu menjadi sarana bagi masyarakat untuk menentukan pilihan secara otonom sehingga pemerintah yang terpilih benar-benar menjalankan harapan rakyat. Ketika hak politik digunakan secara baik dan bertanggung jawab, maka cita-cita Indonesia Emas 2045 bukanlah sesuatu yang sulit untuk diwujudkan,” pungkasnya. 

Penulis : Humas Bawaslu