Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Akuntabilitas Kinerja, Bawaslu Wonosobo Fokuskan IKU dan Standar Pelayanan Publik

Monday Spark

Monday Spark Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Senin (10/8/2026)

Wonosobo – Bawaslu Kabupaten Wonosobo kembali melaksanakan kegiatan Monday Spark sebagai forum konsolidasi dan koordinasi internal kelembagaan. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Senin (10/8/2026), dan diikuti oleh seluruh pimpinan serta jajaran staf sekretariat.

Kegiatan dibuka oleh Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Nasir Salasa. Dalam pembukaannya, Nasir menyampaikan bahwa kegiatan Monday Spark diawali dengan pemutaran jingle Bawaslu yang disampaikan oleh Anggota Bawaslu RI, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, Herwyn JH Malonda.

Menurutnya, pemutaran jingle tersebut diharapkan dapat menjadi energi positif sekaligus meningkatkan semangat jajaran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kelembagaan.

“Semoga dengan pemutaran jingle ini dapat menambah semangat kita dalam melaksanakan tugas, menjaga integritas, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi kelembagaan Bawaslu,” ujar Nasir.

Dalam forum tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, di antaranya perkembangan Penilaian Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik (PEKPP), Indikator Kinerja Utama (IKU) Gabungan, serta persiapan program Bawaslu Membelajarkan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Ir. Sarwanto Priadhi, dalam arahannya menekankan pentingnya penyelesaian IKU sebagai bagian dari pelaksanaan tugas kelembagaan.

Beliau menjelaskan, berdasarkan hasil rapat koordinasi yang telah dilaksanakan di tingkat Provinsi Jawa Tengah, seluruh Bawaslu kabupaten/kota diminta untuk menyampaikan isian IKU kepada Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya, direncanakan akan dilakukan penandatanganan secara serentak pada Senin atau Selasa, dengan tetap menunggu informasi lebih lanjut terkait kehadiran jajaran SDM Bawaslu RI.

“Pertama, kita akan membahas IKU. Ini merupakan indikator kinerja utama yang menjadi tugas kita dan harus dilaksanakan. Hasil rakor di Jawa Tengah mengamanatkan seluruh kabupaten/kota untuk mengirimkan isian IKU kepada provinsi,” jelas ketua bawaslu wonsoobo.

Ia menegaskan, IKU tidak semata-mata menjadi kewajiban administratif, tetapi harus menjadi instrumen untuk memastikan setiap tugas dan program kelembagaan dapat dilaksanakan secara terukur dan memiliki capaian yang jelas.

Selain IKU, forum Monday Spark juga membahas tindak lanjut PEKPP. Beliau menyampaikan bahwa Bawaslu Kabupaten Wonosobo telah menyampaikan perkembangan pengisian kepada Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.

Tahapan selanjutnya adalah menyusun standar pelayanan publik pada masing-masing divisi. Standar tersebut nantinya disusun berdasarkan tugas, fungsi, serta prosedur pelayanan yang telah berjalan di lingkungan Bawaslu.

“Kita harus menyusun standar pelayanan di masing-masing divisi. Masing-masing divisi tentu sudah memiliki SOP yang bersumber dari Perbawaslu. SOP tersebut dapat kita tuangkan dan dikembangkan menjadi standar pelayanan publik,” terang beliau.

Standar pelayanan publik tersebut selanjutnya akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) sebagai bagian dari penguatan tata kelola pelayanan publik di lingkungan Bawaslu Kabupaten Wonosobo.

Menurutnya, penyusunan standar pelayanan perlu dilakukan secara serius agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai jenis layanan, prosedur, waktu, serta mekanisme pelayanan yang diberikan oleh Bawaslu.

Agenda lainnya yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan program Bawaslu Membelajarkan. Beliau menyampaikan bahwa pada sebelumnya program tersebut lebih banyak dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi. Namun, pada pelaksanaan kali ini, Bawaslu kabupaten/kota juga mendapatkan tugas untuk memproduksi materi pembelajaran.

Bawaslu Kabupaten Wonosobo mendapatkan tema “Transparansi dan Integritas Pemilu” yang akan dikemas dalam bentuk video berdurasi sekitar 20 menit.

“Yang diangkat adalah hal-hal yang memang sudah kita lakukan. Karena ini untuk pembelajaran, harapannya apa yang kita tampilkan dapat menjadi praktik yang bisa dipahami dan kemudian diimplementasikan di tempat lain,” kata beliau.

Ia menambahkan, video dapat diperkuat dengan dokumentasi maupun visual kegiatan yang relevan sehingga pesan mengenai transparansi dan integritas dalam penyelenggaraan Pemilu dapat tersampaikan secara lebih konkret.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi produk dokumentasi, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengetahuan dan praktik baik antarlembaga pengawas pemilu.

Di penghujung arahannya, ketua bawaslu wonosobo mengingatkan jajaran Bawaslu Wonosobo bahwa pada Agustus terdapat sejumlah agenda kelembagaan dan kebangsaan yang perlu dipersiapkan, termasuk peringatan hari ulang tahun Bawaslu kabupaten/kota serta rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Di bulan Agustus ini ada beberapa agenda yang harus kita laksanakan. Ada peringatan ulang tahun Bawaslu kabupaten/kota dan juga peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Semua harus kita lakukan dengan semangat,” pungkasnya.

Melalui Monday Spark, Bawaslu Kabupaten Wonosobo terus mendorong penguatan koordinasi internal, peningkatan kualitas kinerja, serta konsistensi dalam membangun pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memastikan setiap jajaran memiliki pemahaman yang sama terhadap target dan agenda kelembagaan yang harus diselesaikan.

Penulis : Humas Bawaslu