Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Wonosobo Ajak Masyarakat Desa Surojoyo Perkuat Pengawasan Partisipatif

Dikpol

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sarwanto Priadhi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat di Desa Surojoyo, Kecamatan Sapuran, Senin (27/07/2026).

Wonosobo – Bawaslu Kabupaten Wonosobo terus mendorong peningkatan kesadaran politik masyarakat melalui penguatan pengawasan partisipatif. Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sarwanto Priadhi, menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Wonosobo bersama Kelompok Tani Mekar Jaya Abadi di Desa Surojoyo, Kecamatan Sapuran, Senin (27/07/2026).

Kegiatan pendidikan politik ini juga dihadiri Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo Habibillah, ST., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo Dra. Harti, M.M., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Wonosobo Drs. Agus Kristono, M.Si., serta anggota Kelompok Tani Mekar Jaya Abadi dan masyarakat Desa Surojoyo.

Dalam sambutannya, Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Abadi, Muhammad Khoirul, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kelompok tani melalui penyelenggaraan pendidikan politik. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana yang bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kehidupan berdemokrasi, sehingga mampu menentukan pilihan secara bijaksana pada setiap penyelenggaraan pemilihan maupun pemilu.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Wonosobo, Drs. Agus Kristono, M.Si., mengapresiasi semangat anggota Kelompok Tani Mekar Jaya Abadi yang tetap meluangkan waktu mengikuti pendidikan politik di tengah aktivitas mengembangkan usaha peternakan kambing perah. Ia menilai peningkatan literasi politik merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi di tingkat desa.

Agus juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan persatuan, terutama menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa. Menurutnya, potensi perbedaan pilihan dalam kontestasi politik tidak boleh berkembang menjadi konflik yang dapat memecah belah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, Dra. Harti, M.M., mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia juga mengingatkan agar masyarakat memahami regulasi pelaksanaan Pilkades yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Peraturan Bupati sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pemilihan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Sarwanto Priadhi, menegaskan bahwa masyarakat memiliki posisi yang sangat strategis dalam pengawasan pemilu. Sebagai pihak yang berinteraksi langsung dengan peserta pemilu di lingkungan masing-masing, masyarakat dinilai paling awal mengetahui apabila terdapat dugaan pelanggaran ataupun praktik yang berpotensi mencederai integritas pemilu.

"Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas Bawaslu. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah dan mendeteksi sejak dini berbagai bentuk pelanggaran. Karena itu, kami terus mendorong penguatan pendidikan politik hingga menjangkau masyarakat di tingkat desa," ujar Sarwanto.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menolak segala bentuk politik uang serta tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu. Menurutnya, pemilu yang bersih hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen bersama dalam menjaga integritas demokrasi.

"Jangan mudah tergoda dengan politik uang. Pilihlah pemimpin berdasarkan rekam jejak, integritas, dan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Pemilu yang bersih akan melahirkan pemimpin yang jujur, amanah, dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

Menutup kegiatan, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Wonosobo, Habibillah, ST., memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Mekar Jaya Abadi atas keberhasilannya mengembangkan sektor peternakan kambing perah yang turut berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilih secara cerdas dengan tidak menentukan pilihan karena iming-iming materi, melainkan berdasarkan kapasitas dan komitmen calon pemimpin dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

Penulis : Humas Bawaslu