Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Wonosobo Dorong Pemilu Inklusif dan Keterlibatan Disabilitas dalam Pengawasan Partisipatif

Podcast

Foto bersama setelah podcast dengan tema Pemilu Inklusif & Peran Disabilitas sebagai Kader P2P, Kamis, (10/09).

WONOSOBO – Bawaslu Kabupaten Wonosobo mendorong terwujudnya pemilu inklusif dengan memastikan penyandang disabilitas memperoleh hak, akses, informasi, dan perlindungan yang setara. Hal tersebut dibahas dalam podcast “Pemilu Inklusif & Peran Disabilitas sebagai Kader P2P” yang menghadirkan Anggota Bawaslu Wonosobo Dhyan Kartika Wulandari dan Kader P2P sekaligus pegiat Ikatan Disabilitas Kabupaten Wonosobo, Ananda Nicola pada Kamis, (10/09).

Dalam diskusi, Ananda menyampaikan bahwa penyandang disabilitas masih menghadapi kendala dalam mengakses TPS, terutama lokasi yang memiliki banyak tangga atau akses yang curam. Menurutnya, aksesibilitas TPS perlu menjadi perhatian agar seluruh pemilih dapat menggunakan hak pilihnya dengan nyaman.

“Teman-teman disabilitas masih ada yang kesulitan mengakses TPS, terutama TPS yang banyak tangga atau lokasinya terlalu curam,” ujar Ananda.

Dhyan menjelaskan bahwa pemilu inklusif tidak hanya berkaitan dengan akses fisik, tetapi juga pendataan pemilih, informasi, alat bantu, serta pemahaman petugas TPS dalam memberikan pelayanan sesuai kebutuhan penyandang disabilitas.

“Demokrasi itu bukan milik sebagian golongan atau beberapa orang saja, tetapi menjadi milik kita semua, semua yang punya hak pilih,” jelas Dhyan.

Bawaslu Wonosobo juga mendorong keterlibatan penyandang disabilitas sebagai Kader Pengawas Partisipatif (P2P). Ananda menilai keterlibatan tersebut memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berperan aktif dalam pengawasan dan pencegahan pelanggaran pemilu.

“Saya sebagai penyandang disabilitas merasa diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam pencegahan kecurangan pemilu. Disabilitas juga bisa ikut berperan aktif dan bersinergi untuk mewujudkan hal-hal positif bagi bangsa dan negara,” ungkap Ananda.

Menutup diskusi, Ananda mengajak penyandang disabilitas untuk tidak ragu menggunakan hak politiknya. 

“Jangan malu, jangan ragu, dan jangan berkecil hati,” pesannya.

Penulis : Humas Bawaslu