Pendidikan Pengawas Partisipatif, Perkuat Peran Anak Muda dalam Mengawal Demokrasi
|
WONOSOBO – Bawaslu Kabupaten Wonosobo sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) pada Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran dan penguatan peran anak muda dalam mendukung terciptanya demokrasi yang bersih, jujur, dan adil.
Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif, peserta didorong untuk menjadi bagian dari gerakan pengawasan yang aktif di tengah masyarakat.
Ketua Bawaslu Kabupaten Jawa Tengah, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa semangat pengawasan partisipatif adalah bagaimana masyarakat dapat berfungsi dan bergerak bersama dalam menjaga kualitas demokrasi.
Ia menyampaikan bahwa Bawaslu terus mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat sipil agar demokrasi semakin hidup dan semarak. Ia menegaskan bahwa pada hakikatnya pemilu merupakan proses yang berasal dari masyarakat dan ditujukan untuk masyarakat.
Amin menjelaskan bahwa keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki Bawaslu menjadi alasan penting untuk memperluas gerakan pengawasan partisipatif melalui keterlibatan masyarakat.
“Kami ingin membangun komunitas-komunitas yang mampu memperkuat gerakan pengawasan secara masif di masyarakat. Dengan semangat gotong royong, pengawasan pemilu menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya masyarakat yang belum memahami praktik politik uang maupun berbagai bentuk kecurangan dalam pemilu. Karena itu, peserta P2P diharapkan dapat menjadi agen edukasi yang menyebarkan pemahaman tersebut di lingkungan masing-masing.
Muhammad Amin turut mengajak peserta untuk memanfaatkan ruang pengawasan sebagai kesempatan menyampaikan aspirasi dan memperkuat budaya demokrasi. Ia menegaskan bahwa Bawaslu selalu terbuka terhadap diskusi dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Pada kesempatan yang sama, Sarwanto, menyampaikan bahwa calon-calon pemimpin masa depan perlu dipersiapkan sejak sekarang.
Bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi sarana belajar bagi generasi muda untuk memahami proses demokrasi secara lebih dekat.
“Anak muda harus menjadi bagian dari proses demokrasi. Pengawas Partisipatif ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang kontribusi bagi generasi muda,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Wonosobo, materi yang disampaikan meliputi Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses, Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran, Teknis Permohonan Penyelesaian Sengketa Proses, Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif, Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas dan Teknis Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital.
Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Kabupaten Wonosobo berharap lahir kader-kader pengawas yang berintegritas dan mampu memperkuat budaya pengawasan partisipatif demi masa depan demokrasi yang lebih baik di Kabupaten Wonosobo.