Lompat ke isi utama

Berita

Azis Subekti Ajak Masyarakat “Keluar dari Tempurung” untuk Berpikir Global

Soswatif

Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti (tengah) saat menjadi narasumber Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum, Rabu (28/10/2026).

WONOSOBO – Memperluas wawasan, terbuka terhadap perbedaan, dan berani melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas menjadi pesan yang disampaikan Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif dalam Pengawasan Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Joglo Nawasena Resto & Cafe, Selomerto, Wonosobo, Rabu (28/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ia mengajak masyarakat untuk “keluar dari tempurung”. Pesan ini menekankan pentingnya membuka diri terhadap beragam latar belakang, pengalaman, dan pemikiran agar mampu memahami persoalan secara lebih luas serta berpikir secara global.

Menurutnya, perjumpaan dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda dapat memperkaya cara pandang seseorang. Keterbukaan tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.

Pesan “keluar dari tempurung” juga mengingatkan pada buku Hidup di Luar Tempurung (A Life Beyond the Boundaries), otobiografi karya Benedict Anderson, ilmuwan politik dan Indonesianis terkemuka asal Irlandia. Judul buku tersebut menghadirkan refleksi tentang kehidupan yang melampaui batas-batas yang membentuk pengalaman dan cara pandang seseorang.

Dalam konteks kehidupan demokratis, keterbukaan wawasan menjadi penting karena masyarakat hidup di tengah keberagaman pandangan, kepentingan, dan latar belakang. Kemampuan memahami perbedaan dapat membantu membangun dialog yang sehat serta mendorong partisipasi yang lebih bijak dalam kehidupan publik. Hal itu menjadi penting sebagai bekal pengawasan partisipatif dalam memperkuat demokrasi.

Melalui pesan tersebut, masyarakat diharapkan tidak membatasi diri. Membuka wawasan, belajar dari perbedaan, dan berpikir lebih luas menjadi langkah penting untuk membangun masyarakat yang kritis, inklusif, serta mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan kualitas demokrasi.

Penulis : Humas Bawaslu