Demokrasi Tak Cukup dengan Aturan, Perlu Pendidikan dan Keteladanan
|
WONOSOBO – Pendidikan demokrasi dan keteladanan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap praktik demokrasi yang berkualitas. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPR RI, Azis Subekti, dalam Podcast Mimbar Demokrasi di Kantor Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Rabu (28/10/2026). Podcast tersebut dipandu Anggota Bawaslu Kabupaten Wonosobo, Nasir Salasa.
Dalam perbincangan tersebut, ia menilai bahwa pendidikan demokrasi diperlukan agar masyarakat mampu memahami proses pemilu, menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta menerima hasil pemilu sesuai mekanisme konstitusional.
“Jangan pernah mengharapkan bahwa kita akan mendapatkan hasil praktik demokrasi yang baik kalau kita tidak pernah mendidik masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan demokrasi tidak cukup dilakukan menjelang hari pemungutan suara, tetapi perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan politik, pengawasan partisipatif, peningkatan kapasitas masyarakat, serta kolaborasi berbagai pihak.
Selain pendidikan, ia menyoroti pentingnya nilai-nilai etika dalam kehidupan demokrasi. Aturan menjadi landasan penyelenggaraan demokrasi, tetapi penerapannya perlu diiringi integritas dan tanggung jawab dari para pelaku demokrasi, termasuk penyelenggara pemilu.
“Jangan hanya membangun demokrasi ini fokus pada aturan saja, tapi pada nilai-nilai etik itu diajarkan kepada para pelaku demokrasi termasuk para penyelenggara,” ungkapnya.
Ia juga mengibaratkan demokrasi seperti pertandingan sepak bola. Dalam pertandingan, terdapat aturan, batas waktu, peringatan, hingga sanksi bagi pihak yang melanggar. Analogi tersebut menggambarkan bahwa setiap pihak perlu menghormati aturan dan proses yang telah disepakati.
“Demokrasi itu bola. Orang 11 bertarung melawan 11, ditentukan waktunya. Ada kartu kuning, ada kartu merah, ada peringatan. Begitulah demokrasi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi melalui budaya membaca dan penghargaan terhadap karya sastra. Menurutnya, pembangunan demokrasi berkaitan erat dengan pembentukan karakter, kualitas sumber daya manusia, dan perkembangan kebudayaan masyarakat.
Melalui Podcast Mimbar Demokrasi, Bawaslu Kabupaten Wonosobo berharap diskusi mengenai demokrasi dapat memperluas wawasan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan pemilu yang jujur, berintegritas, dan bermartabat.
Penulis : Humas Bawaslu